Scroll untuk melanjutkan membaca

Latihan Plank untuk Lansia: Cara Aman Memperkuat Inti dan Cegah Jatuh

Olahraga Plank untuk Lansia: Aman dan Bermanfaat dengan Syarat

Plank, latihan sederhana yang populer, menawarkan manfaat signifikan bagi lansia. Latihan ini memperkuat otot inti—termasuk perut, punggung bawah, dan pinggul—yang merupakan fondasi penting bagi keseimbangan, stabilitas, dan mobilitas sehari-hari untuk mencegah risiko jatuh. Sebuah penelitian tahun 2023 yang dikutip dalam artikel asli menunjukkan bahwa rutin plank selama 12 minggu dapat meningkatkan kapasitas pernapasan, kekuatan fisik, dan bahkan fungsi kekebalan tubuh pada lansia.

Namun, keamanannya sangat bergantung pada kondisi individu dan cara pelaksanaannya. Lansia dengan masalah kesehatan tertentu perlu lebih berhati-hati.

Kondisi yang Membutuhkan Kewaspadaan Khusus dan Modifikasi

Lansia dengan kondisi berikut disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis sebelum memulai plank:

  • Osteoporosis lanjut
  • Nyeri punggung akut atau kronis
  • Masalah serius pada bahu atau pergelangan tangan
  • Riwayat cedera tulang belakang

Bagi yang kondisi fisiknya masih memungkinkan, kunci keamanan adalah memulai dengan modifikasi dan durasi yang sangat singkat. Form atau postur tubuh yang benar (tubuh lurus dari kepala hingga tumit) adalah hal mutlak untuk menghindari cedera.

Panduan Modifikasi Plank yang Lebih Aman untuk Lansia

Berikut adalah beberapa variasi plank yang lebih ringan dan cocok untuk pemula lansia, disusun berdasarkan tingkat kesulitan dan tekanan pada sendi:

1. Wall Plank (Plank di Dinding)

Cara: Berdiri menghadap dinding, letakkan tangan di dinding setinggi bahu. Mundurkan kaki sedikit hingga tubuh membentuk kemiringan. Kencangkan otot perut dan tahan posisi.

Keunggulan: Sangat ringan, mengurangi beban pada punggung bawah, bahu, dan pergelangan tangan secara maksimal. Cocok untuk pemula absolut.

2. Knee Plank (Plank dengan Lutut)

Cara: Mulai dari posisi plank standar di lantai (bisa dengan tangan lurus atau bertumpu pada lengan bawah), lalu turunkan kedua lutut ke lantai. Pastikan punggung tetap lurus dan otot perut berkontraksi.

Keunggulan: Mengurangi beban pada punggung bawah sekitar 50% dibanding plank standar, sambil tetap efektif melatih otot inti.

3. Forearm Plank (Plank dengan Lengan Bawah)

Cara: Bertumpu pada lengan bawah (siku tepat di bawah bahu) dan ujung kaki. Pertahankan tubuh lurus seperti papan.

Keunggulan: Dibanding plank dengan tangan lurus, variasi ini memberi stabilitas lebih pada bahu dan seringkali lebih nyaman bagi pergelangan tangan.

Kesimpulan dan Langkah Awal yang Aman

Secara umum, plank adalah latihan yang aman dan sangat bermanfaat untuk lansia jika dilakukan dengan pendekatan yang bijaksana. Manfaatnya, dari pencegahan jatuh hingga peningkatan kebugaran pernapasan, sangat sepadan.

Sebelum memulai, lakukan dua hal ini:

  1. Konsultasi dengan Dokter: Terutama jika Anda memiliki riwayat masalah tulang, sendi, atau jantung.
  2. Mulai secara Bertahap: Awali dengan modifikasi termudah (seperti Wall Plank) selama 10-15 detik per set. Tingkatkan durasi dan kesulitan secara perlahan seiring meningkatnya kekuatan.

Dengan mendengarkan sinyal tubuh dan menyesuaikan latihan, plank dapat menjadi investasi berharga untuk kemandirian dan kualitas hidup di usia lanjut.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Latihan Plank untuk Lansia: Cara Aman Memperkuat Inti dan Cegah Jatuh
  • Latihan Plank untuk Lansia: Cara Aman Memperkuat Inti dan Cegah Jatuh
  • Latihan Plank untuk Lansia: Cara Aman Memperkuat Inti dan Cegah Jatuh
  • Latihan Plank untuk Lansia: Cara Aman Memperkuat Inti dan Cegah Jatuh
  • Latihan Plank untuk Lansia: Cara Aman Memperkuat Inti dan Cegah Jatuh
  • Latihan Plank untuk Lansia: Cara Aman Memperkuat Inti dan Cegah Jatuh
Posting Komentar
Tutup Iklan