Akhir Era Legendaris: Grup Sampoerna Tinggalkan Bursa Indonesia

Grup Sampoerna Lepas Saham SGRO 65,7%, Resmi Hengkang dari Bursa Efek Indonesia

Setelah tiga dekade menjadi salah satu nama besar di pasar modal Indonesia, Grup Sampoerna secara resmi mengakhiri kiprahnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan ini menandai babak akhir dari perjalanan panjang perusahaan yang bermula dari bisnis kretek tradisional hingga menjadi raksasa industri yang sahamnya dikuasai oleh perusahaan tembakau internasional, Philip Morris.

Momen hengkangnya Grup Sampoerna ditandai dengan dua peristiwa utama: delistingnya PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dan pelepasan seluruh saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) oleh perusahaan induknya.

1. Pelepasan Saham Sampoerna Agro (SGRO)

Pada 21 November 2025, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) secara resmi mengumumkan akuisisi 65,7% saham SGRO dari Sampoerna Strategic Group (SSG), induk usaha Grup Sampoerna. Transaksi ini bernilai sekitar Rp 4,1 triliun.

Dengan selesainya transaksi ini, SSG tidak lagi memegang kepemilikan atas SGRO. AALI, yang kini menjadi pemegang saham pengendali, kemudian meluncurkan mandatory tender offer (penawaran tender wajib) kepada pemegang saham publik SGRO lainnya. Ini menjadi langkah pertama yang jelas dari rencana Grup Sampoerna untuk sepenuhnya meninggalkan panggung bursa Indonesia.

2. Delisting HMSP, Sang "Raja Kretek"

Tidak lama setelah pelepasan SGRO, pada 24 November 2025, saham HMSP resmi dihapus dari pencatatan BEI. Delisting ini adalah konsekuensi langsung dari aksi kepemilikan saham (share ownership action) yang dilakukan oleh Philip Morris International (PMI), pemegang saham mayoritas HMSP.

PMI, yang telah mengakuisisi HMSP pada tahun 2005, memutuskan untuk mengonsolidasikan kepemilikan penuh dengan membeli sisa saham publik yang beredar. Dengan mengantongi lebih dari 95% saham, PMI memiliki hak untuk melakukan mandatory delisting, yang mengakhiri perdagangan saham HMSP di pasar reguler.

Jejak Panjang Tiga Dekade di Pasar Modal

Kiprah Grup Sampoerna di BEI telah berlangsung selama sekitar 30 tahun. HMSP tercatat sebagai emiten sejak 1990, sementara SGRO memulai penawarannya pada 2007. Kepergian kedua perusahaan ini, terutama HMSP, tidak hanya meninggalkan ruang kosong di sektor konsumsi tapi juga mengakhiri sebuah babak sejarah pasar modal Indonesia.

HMSP dikenal sebagai "Raja Kretek" dengan produk legendarisnya, seperti Sampoerna A Mild. Di bawah kendali PMI, perusahaan ini tumbuh menjadi salah satu bisnis rokok paling efisien dan menguntungkan di Indonesia, dengan dominasi pasar yang kuat.

Sementara itu, SGRO mewakili diversifikasi bisnis keluarga Sampoerna ke dalam sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit.

Apa Dampak dan Implikasinya?

Konsolidasi Penuh di Bawah PMI: Dengan menjadi perusahaan privat sepenuhnya, HMSP akan lebih mudah diintegrasikan ke dalam strategi global PMI tanpa perlu mempertimbangkan kepentingan dan regulasi untuk perusahaan publik.

Penguatan Posisi Astra Agro: Akuisisi SGRO oleh AALI akan memperkuat portofolio perkebunan dan kapasitas produksi Astra Agro, menciptakan raksasa perkebunan sawit yang lebih besar.

Refleksi Iklim Investasi: Kepergian perusahaan sebesar Sampoerna menimbulkan pertanyaan dan renungan mengenai daya tarik pasar modal Indonesia bagi perusahaan-perusahaan besar, meskipun keputusan ini lebih didorong oleh strategi korporasi pemegang saham utama daripada sentimen terhadap pasar Indonesia secara keseluruhan.

Penutup

Kepergian Grup Sampoerna dari BEI adalah akhir dari sebuah era legendaris. Dari bisnis kretek keluarga yang didirikan oleh Liem Seeng Tee, menjadi perusahaan publik yang fenomenal, hingga akhirnya dikonsolidasi penuh oleh pemilik globalnya, perjalanan Sampoerna mencerminkan dinamika industri dan pasar modal Indonesia. Meski namanya telah menghilang dari papan pencatatan bursa, warisan dan kontribusinya selama puluhan tahun terhadap perekonomian Indonesia akan tetap dikenang.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Akhir Era Legendaris: Grup Sampoerna Tinggalkan Bursa Indonesia
  • Akhir Era Legendaris: Grup Sampoerna Tinggalkan Bursa Indonesia
  • Akhir Era Legendaris: Grup Sampoerna Tinggalkan Bursa Indonesia
  • Akhir Era Legendaris: Grup Sampoerna Tinggalkan Bursa Indonesia
  • Akhir Era Legendaris: Grup Sampoerna Tinggalkan Bursa Indonesia
  • Akhir Era Legendaris: Grup Sampoerna Tinggalkan Bursa Indonesia
Posting Komentar