Di tengah tantangan berat berupa penuaan populasi dan krisis tenaga kerja yang melanda Jepang, inovasi teknologi merambah hingga ke ranah spiritual. Universitas Kyoto secara resmi memperkenalkan Buddharoid, sebuah robot biksu bertenaga kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memberikan nasihat dan konseling spiritual. Langkah ini diambil sebagai respons pragmatis terhadap fenomena semakin berkurangnya jumlah biksu Buddha di Negeri Sakura, yang mengancam keberlangsungan tradisi dan layanan keagamaan di banyak kuil.
BuddhaBotPlus dalam Raga Robot
Proyek inovatif ini digagas oleh Profesor Seiji Kumagai dari Institut Penelitian Masa Depan Masyarakat Manusia, Universitas Kyoto. Beliau mengintegrasikan model AI canggih bernama "BuddhaBotPlus" ke dalam kerangka robot humanoid Unitree G1 buatan Tiongkok. Berbeda dengan pendahulunya seperti robot Mindar yang hanya bisa membacakan khotbah terprogram, Buddharoid dilengkapi dengan kemampuan berinteraksi secara real-time. Sistem AI-nya telah dilatih dengan kitab suci Buddha yang kompleks, memungkinkannya untuk menjawab berbagai pertanyaan, mulai dari masalah pribadi yang sensitif hingga isu-isu sosial.
Dalam demonstrasi di Kuil Shoren-in, Prefektur Kyoto, Februari 2026, robot berjubah abu-abu ini tidak hanya bisa berjalan perlahan dan menyatukan kedua tangan dalam posisi berdoa, tetapi juga memberikan jawaban yang menenangkan. Seorang reporter wanita yang mengaku sering cemas mendapat respons bijaksana: "Buddhisme mengajarkan bahwa penting untuk tidak mengikuti pikiran sendiri secara membabi buta. Salah satu pendekatannya adalah menenangkan pikiran dan melepaskan pikiran-pikiran itu sendiri."
Solusi di Tengah Krisis Keberadaan Biksu
Jepang saat ini bergulat dengan depopulasi dan menurunnya minat generasi muda terhadap profesi biksu. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa sekitar 30 persen kuil Buddha di Jepang akan terbengkalai pada tahun 2040. Buddharoid dipandang sebagai salah satu solusi untuk menjaga rasa kebersamaan di tempat ibadah dan memastikan layanan spiritual tetap tersedia.
Profesor Kumagai menyatakan bahwa kehadiran fisik robot ini menciptakan efek psikologis yang lebih positif. "Ini cara yang bisa membantu melestarikan Buddhisme dalam bentuk baru. Memakai robot dengan kehadiran fisik bisa menciptakan rasa partisipasi yang lebih kuat," jelasnya. Pihak universitas pun menyebut langkah ini sebagai pergeseran paradigma di mana teknologi menjadi jembatan bagi tradisi yang mulai luntur.
Kontroversi dan Etika AI dalam Agama
Meskipun menawarkan solusi praktis, kehadiran "biksu robot" ini tidak luput dari kontroversi. Universitas Kyoto sendiri menyadari bahwa diskusi mendalam mengenai etika penggunaan alat digital dalam praktik keagamaan sangat diperlukan. Pandangan serupa juga disampaikan oleh pengamat agama. Enrique Justine Sun dari Gemabudhi Sulsel mengingatkan, "Tanpa welas asih, AI hanyalah mesin dingin yang berpotensi menambah penderitaan." Prinsip Buddhis tentang kebijaksanaan dan welas asih disebut sebagai kompas yang harus memandu pengembangan teknologi ini.
Meski menuai pro dan kontra, Buddharoid telah memulai perannya di Kuil Shoren-in. Ia hadir bukan untuk menggantikan biksu manusia sepenuhnya, melainkan sebagai alternatif yang diharapkan dapat membantu atau bertindak atas nama para biksu dalam upacara keagamaan tertentu di masa depan.
- Kompas.id: Robot Sudah Jadi Biksu, Manusia Terus Rebahan (2026)
- Associated Press of Pakistan: Kyoto University develops AI monk robot equipped with Buddhist scriptures (2026)
- RRI.co.id: Etika Buddhis Jadi Kompas Hadapi Era AI (2025)
- Media Indonesia: Denny JA AI Telah Masuk ke Kehidupan Beragama (2024)
- UnoTV: Japón presenta a Buddharoid, el monje robot que da consejos espirituales con inteligencia artificial (2026)
- Tuổi Trẻ: Nháºt Bản ra mắt nhà sư robot có thể tư vấn chuyện tâm linh (2026)
- RRI.co.id: Gemabudhi Sulsel Ingatkan Bahaya AI Tanpa Etika (2025)
- SUARAKALBAR.CO.ID: Universitas Kyoto Luncurkan Buddharoid, Biksu Robot Berbasis AI (2026)
- NTV Haber: Rahip açığını yapay zeka kapatacak, adı "Buddharoid" (2026)
- Samaa TV: Japan unveils AI-powered robot monk to offer spiritual guidance (2026)

